facebook google twitter tumblr instagram linkedin
  • Home
  • Travel
  • Review
    • MakeUp
    • Agrotechnology
    • SkinCare
  • Others
  • Contact
  • Shop

Seiya Light







Siapapun yang suka berkebun, tentu akan sangat menyukai bertanam dengan media hidroponik. tetapi bagi sebagian pemula, berkebun berarti kotor, berkebun berarti merusak tangan dan kemungkinan terjangkit kuman atau bakteri yang ada di tanah. Bahkan dengan media hidroponik sekalipun, misalnya arang, sekam padi, pasir, pakis, dan lain – lain,  kemungkinan kotor dan terjangkit kuman tetap saja ada, karena sebagian media tanam hidroponik juga kotor, walaupun tidak sekotor tanah.

Tetapi anggapan tersebut tentu akan sirna dengan sendirinya jika sudah mengenal dan tahu apa itu hidrogel. Hidrogel adalah media tanam hidroponik yang sangat bersih dan tidak akan menjadikan tangan kita kotor atau kasar.
Dengan tekstur hidrogel yang lembut, kenyal dan bersih akan membuat siapa saja yang suka berkebun akan jauh lebih suka lagi dalam bekebun. Bahkan berkebun bisa dilakukan di dalam rumah ! Sungguh sesuatu yang sebelumnya tidak disangka.

Kita bisa bebas berkreasi dengan “kebun dalam rumah” yang kita miliki, kita bisa tunjukkan pada semua orang, bagaimana rupa “kebun” kita tersebut. Jadikan orang lain terkejut dan terpana melihatnya.
-7.563831 112.476829

Tidak perlu bunga mahal dan pot mahal untuk menghiasi sudut meja dan ruang


Banyak orang bertanya, memasang hidrogel di sudut ruang atau di sudut meja kerja pasti membutuhkan biaya tidak sedikit, harga hidrogelnya sih murah, tapi harga bunga dan terutama potnya yang relatif mahal.
Pandangan tersebut tidak salah, tetapi juga tidak selalu benar. Untuk bunga – bunga yang bagus, terutama bunga potong memang agak mahal, tetapi kita bisa menyiasatinya dengan memakai bunga yang ada di sekitar kita, bunga yang murah sekalipun, bahkan gratis, jika kita bisa mengaturnya akan tampak indah di mata siapapun. Lihat pada foto berikut ini.
Begitu juga dengan pot kaca, di beberapa supermarket bahan bangunan, harga pot kaca yang unik paling murah berharga seratus ribuan, bahkan ada yang sampai tiga ratus ribuan untuk ukuran sedang. Tetapi kita bisa menggantinya dengan pot – pot biasa yang juga tidak kalah menarik, bahkan kita bisa menggunakan gelas koleksi di rumah.
Jadi, siapa bilang menanam dengan hidrogel menjadi mahal? dengan kreatifitas dan sedikit imajinasi, semua bisa didapatkan dengan harga murah, bahkan gratis

kami perlu jelaskan tentang perbedaan mendasar antara penggunaan hidrogel sebagai media tanam dan hidrogel sebagai campuran media tanam.Hidrogel sebagai media tanam artinya media yang digunakan adalah 100 persen menggunakan hidrogel, hanya ada tambahan sedikit sekali bahan – bahan lain misalnya pupuk NPK atau pupuk daun. Biasanya hidrogel sebagai media tanam ini digunakan lebih kepada nilai artistik, oleh karena itu biasanya diletakkan di dalam rumah atau kantor. Hanya tanaman tertentu yang bisa ditanam dalam media ini, khususnya adalah tanaman – tanaman yang tahan di tempat dingin dan dalam kondisi lembab.
Sementara hidrogel sebagai campuran media tanam adalah hidrogel hanya digunakan sebagai campuran, bukan sebagai media utama dalam menanam tanaman atau bunga, media utamanya bisa berupa tanah, sabut kelapa, arang atau media – media tanam umum lainnya. Fungsi hidrogel bukan lagi untuk menambah nilai artistik, tetapi digunakan sebagai “tandon” atau penyedia suplai air bagi tanaman yang bersangkutan agar memiliki cukup persediaan air walaupun lama tidak disiram.
Sehubungan dengan hidrogel sebagai campuran media tanam, jumlah hidrogel yang digunakan sebaiknya adalah maksimal 20 persen dari total media tanam, jumlah 20 persen ini adalah hidrogel yang sudah mengembang atau hidrogel yang sudah direndam di dalam air.
Nilai 20 persen ini adalah nilai optimal penggunaan hidrogel sebagai campuran media tanam. Anda bisa gunakan lebih dari 20 persen atau kurang dari 20 persen dari total media tanam, tetapi sebaiknya dalam kisaran 20 persen tersebut. Dengan hidrogel sekitar 20 persen, anda bisa semprot atau siram tanaman anda kurang lebih satu minggu sekali sudah cukup.

taking from hidrogell.wordpress.com
-7.563831 112.476829


Perkembangan teknologi di bidang pertanian demikian pesat, sehingga mereka yang tertinggal dalam memanfaatkan kemajuan teknologi tidak akan memperoleh keuntungan yang maksimal dari kegiatan usaha yang dilakukannya. Salah satu perkembangan teknologi budidaya pertanian yang layak disebarluaskan adalah teknologi hidroponik. Hal ini disebabkan oleh semakin langkanya sumberdaya lahan, terutama akibat perkembangan sektor industri dan jasa, sehingga kegiatan usaha pertanian konvensional semakin tidak kompetitif karena tingginya harga lahan. Teknologi budidaya pertanian sistem hidroponik memberikan alternatif bagi para petani yang memiliki lahan sempit atau yang hanya memiliki pekarangan rumah untuk dapat melaksanakan kegiatan usaha yang dapat dijadikan sebagai sumber penghasilan yang memadai.
Hidroponik secara harfiah berarti hidro = air, dan phonic = pengerjaan, sehingga secara umum berarti sistem budidaya pertanian tanpa menggunakan tanah tetapi menggunakan air yang berisi larutan nutrient. Budidaya hidroponik biasanya dilaksanakan di dalam rumah kaca (greenhouse) untuk menjaga supaya pertumbuhan tanaman secara optimal dan benar-benar terlindung dari pengaruh unsur luar seperti hujan, hama penyakit, iklim dll. Beberapa keunggulan budidaya sistem hidroponik antara lain adalah: (1) kepadatan tanaman per satuan luas dapat dilipatgandakan sehingga menghemat penggunaan lahan; (2) mutu produk (bentuk, ukuran, rasa, warna, kebersihan/higiene) dapat dijamin karena kebutuhan nutrient tanaman dipasok secara terkendali di dalam rumah kaca; (3) tidak tergantung musim/waktu tanam dan panen dapat diatur sesuai dengan kebutuhan pasar.
Jenis hidroponik dapat dibedakan dari media yang digunakan untuk tempat berdiri tegaknya tanaman. Media tersebut biasanya bebas dari unsur hara (steril), sementara itu pasokan unsur hara yang dibutuhkan tanaman dialirkan ke dalam media tersebut melalui pipa atau disiramkan secara manual. Media tanam tersebut dapat berupa kerikil, pasir, gabus, arang, zeolit, atau tanpa media agregat (hanya air). Yang terpenting adalah bahwa media tanam tersebut suci hama sehingga tidak menumbuhkan jamur atau penyakit lainya. BPP Teknologi telah melaksanakan pilot percontohan hidroponik dengan menggunakan arang sekam sebagai media tanam di Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Kuningan (Jawa Barat).
Petunjuk Proses
a. Konstruksi Rumah Kaca
Untuk menekan biaya, maka kerangka rumah plastik dibuat dari bambu, berukuran panjang 6,5 m, lebar 20 m, dan tinggi 3 m, dengan spesifikasi teknis untuk setiap unit rumah kaca seperti pada Gambar 1. Lapisan
atap rumah kaca dibuat dari plastik ultra violet dan dinding ditutupi dengan paranet 60% atau kasa serangga (insect net). Lantai rumah kaca, apabila memungkinkan diplester atau ditutupi dengan plastik mulsa untuk menghindarkan lantai menjadi becek. Prinsip dasar rumah kaca tersebut adalah bahwa cahaya matahari tetap dapat masuk, namun lingkungan di dalam rumah kaca terlindung dari gangguan unsur luar.
b. Perlengkapan Hidroponik
Perlengkapan hidroponik seluruhnya diletakkan di dalam rumah kaca. Pada prinsip-nya terdiri dari perlengkapan media tumbuh tanaman (polybag, arang sekam, tali perambat), perlengkapan suplai air (pompa air, tangki pencampur pupuk, pipa distribusi, filter), dan perlengkapan alat ukur (pH meter, Conductivity meter, termometer dll). Rincian jenis dan jumlah perlengkapan tersebut dapat dilihat pada Tabel 2,3 dan 4.
c. Proses Budidaya
Hidroponik pada umumnya dimanfaatkan untuk memelihara tanaman hortikultura (sayur dan buah) yang bernilai ekonomis tinggi. Pada percontohan yang diterapkan BPPT di Kabupaten Kuningan dan Bekasi, komoditi yang dipelihara adalah tomat, paprika, timun, melon dan cabe merah. Prinsip pemeliharaan untuk setiap jenis tanaman adalah sama, hanya berbeda pada komposisi pupuk yang diberikan. Proses budidaya diawali dengan persiapan media tanam berupa arang sekam. Arang sekam tersebut dibuat dengan “menyangrai” (membakar di atas lapisan seng) sekam padi hingga membentuk arang. Arang sekam tersebut kemudian dimasukkan ke dalam polibag kecil sebagai media penyemaian benih, dan polibag besar (30 cm x 30 cm) untuk proses pembesaran. Penyemaian benih dilaksanakan di tempat tersendiri (di dalam rumah kaca) sampai berumur 2 minggu dengan perawatan secara manual. Benih yang digunakan sedapat mungkin benih unggul yang dijual dalam kemasan khusus. Selanjutnya bibit yang telah siap tanam, dipindahkan ke dalam media tumbuh dalam polibag besar dan siap dibesarkan.
Sementara penyemaian dilakukan, instalasi tangki, pompa dan pipa irigasi dipersiapkan dengan cara menghubungkan tangki air dengan seluruh polibag besar menggunakan pipa PE (lihat Gambar 2). Kunci keberhasilan budidaya hortikultura sistem hidroponik adalah pada pemberian komposisi pupuk yang tepat, sesuai dengan jenis dan umur tanaman. Untuk itu, unsur hara yang dibutuhkan tanaman dipasokkan ke media tumbuh secara terukur dan berkala dengan sistem drip irrigation, yaitu dengan menggunakan pompa dan pipa-pipa yang telah dipersiapkan. Selain itu, perlakuan khusus seperti pemangkasan dahan/ranting yang tak berguna, pembuatan tali rambatan, pencegahan dan pemberantasan hama perlu dilakukan secara teliti. Pemangkasan bakal buah pun perlu dilakukan agar buah yang disisakan untuk dipanen benar-benar tumbuh dengan optimal karena mendapat makanan yang cukup. Lama masa pemeliharaan sangat tergantung jenis tanaman. Sebagai gambaran, tanaman tomat dipanen setelah berumur 4 bulan, paprika 5 bulan, melon 3 bulan dan timun 3 bulan. Proses pemanenan dilakukan secara manual dengan memilih buah yang telah benar-benar masak. Artinya, proses pemanenan dapat dilakukan tidak sekaligus, melainkan secara bertahap selama 1-2 minggu. Komposisi pupuk yang diberikan kepada tanaman dibedakan antara masa pembibitan, masa pertumbuhan dan masa pembuahan. Untuk masa pembibitan, pupuk diberikan setelah tumbuh daun asli dengan frekuensi 3 hari sekali, yaitu TSP 10g/20 l air dan NPK 20 g/20 l air. Sementara itu untuk masa pertumbuhan dan pembuahan, pemberian pupuk dapat dilihat pada Tabel 1.
Tabel 1. Pemberian pupuk dalam masa pertumbuhan
No Jenis
Pupuk Masa Pertumbuhan
(g/1000 l) Masa Pembuahan
(g/1000 tanaman)
1. KNO3 250 250
2. TSP 250 200
3. Ca(NO3)2 250 250
4. MgSO4 200 300
5. NPK 250 300
6. H3BSO4 140 140
7. FeSO4 100 140
8. MnSO4 100 100
9. ZnSO4 20 20
10. CuSO4 4 4
11. ZA - 100
Gambar 3. Contoh tanaman tomat sistim hidroponik yang telah siap panen di Kabupaten Kuningan

 Tabel 2. Biaya Investasi (Untuk 1000 tanaman, 240 m2)
No Uraian Jumlah Unit Harga/Unit Total
Kerangka Bangunan Bambu
Plastik Ultra Violet
Insect Net
Plastik Mulsa
Biaya Pembuatan Bangunan
Polybag
Arang Sekam
Sistem Irigasi (Pompa,tangki, pipa dll) 240 m2
100 kg
5 roll
1 roll
1 paket
60 kg
300 karung
240 m2 Rp 20.000,-
Rp 21.000,-
Rp 300.000,-
Rp 350.000,-
Rp 1.000.000,-
Rp 5.000,-
Rp 2.000,-
Rp 10.000,- Rp 4.800.000,-
Rp 2.100.000,-
Rp 1.500.000,-
Rp 350.000,-
Rp 1.000.000,-
Rp 300.000,-
Rp 600.000,-
Rp 2.400.000,-
  Total Biaya Investasi Rp13.050.000 ,-

 Tabel 3. Biaya Produksi / Siklus (3 – 5 bulan)
No Uraian Jumlah Unit Harga/Unit Total
Bibit Tanaman
Pupuk dan obat-obatan
Biaya listrik
Upah tenaga Kerja 1 paket
1 paket
5 bulan
5 bulan Rp 100.000,-
Rp 1.200.000,-
Rp 20.000,-
Rp 120.000,- Rp 100.000,-
Rp 1.200.000,-
Rp 100.000,-
Rp 600.000,-
  Total Biaya Produksi Rp 2.000.000,-

Tabel 4. Perkiraan Pendapatan Kotor / siklus
Uraian Alternatif 1
Paprika (5 bl) Alternatif 2
Tomat (4 bl) Alternatif 3
Melon (3 bl) Alternatif 4
Timun (3 bl)
Produksi / Tanaman 1,5 kg 4,0 kg 1,5 kg 3,0 kg
Jumlah Tanaman 1000 1000 1000 1000
Total Produksi 1500 kg 4000 kg 1500 kg 3000 kg
Harga jual /kg 5000 1500 3000 1500
Pendapatan Kotor (Rp) 7.500.000,- 6.000.000,- 4.500.000,- 4.500.000,-
                                       *) Status Bulan Juni 1998
Teknologi Hidroponik adalah salah satu jawaban untuk memberikan solusi terhadap kendala yang dihadapi oleh pelaku agribisnis terutama sayuran. Hidroponik adaalah suatu teknologi budidaya tanaman yang menggunakan media tanam selain tanah dan dapat dilakukan di dalam Rumah tanaman (greenhouse). Greenhouse dibuat untuk rumah atau naungan tanaman agar iklim mikro dapat kita optimalkan, Greenhouse menghindari dari air hujan, Greenhouse membantu produksi sayuran selalu kontinyu, tanpa terhalangi oleh musim kemarau atau hujan. Teknologi ini memperbesar peluang untuk lebih meningkatkan produksi per m2.

Teknologi Hidroponik & Greenhouse di Indonesia sejak Tahun 1992 telah mengalami pasang surut, tidak hanya penyerapan SDMnya yang lambat, juga sebagian besar bahan dan alat yang digunakan adalah masih Import. Barang Import memang cenderung harganya tinggi, sebab kebijakan bea masuk tidak mengenal apakah barang itu buat pertanian atau tidak. Tetapi lambat laun trend dan luasan hidroponik di Indonesia cepat naik, menurut catatan kami, Greenhouse sudah lebih dari 70 ha untuk produksi sayuran, terutama di dataran tinggi, baik Greenhouse buatan dalam negeri maupun Import.

Sekarang sudah sangat pesat perkembangan Teknologi Hidroponik & Greenhouse, dari tanaman Tomat, Paprika, melon, cabai, timun, terong, lettuce, krisan, mawar, bunga potong, rocket, strawbery dll. dari mulai teknologi hidroponik yang manual sampai yang dikendalikan oleh komputer.

Semua itu adalah upaya untuk meningkatkan kapasitas produksi, nilai jual yang tinggi, kualitas, memenuhi pasar yang tidak kenal musim hujan, dan pada akhirnya sayuran & buah Indonesia di hargai oleh Negara lain, sebab beberapa kasus export sayuran dari Indonesia tidak bisa masuk ke negara lain, tetapi bisa masuk melalui pihak negara lain. Lets Go Hydroponics & Greenhouse...

Older Posts

HELLO, THERE!


Hello, There!
Hello, There!

Mostly blog about beauty things, Agriculture Bachelor specialize in Hydroponic, I love Flower too


Find More



Visitor

recent posts

Charis Shop

Blog Archive

  • January (1)
  • December (4)
  • November (4)
  • October (2)
  • January (1)
  • June (1)
  • December (2)
  • November (1)
  • June (1)
  • May (1)
  • March (2)
  • February (1)
  • December (1)
  • October (2)
  • September (5)
  • August (2)
  • July (2)
  • June (5)
  • May (7)
  • April (2)
  • March (7)
  • February (7)
  • January (4)
  • December (5)
  • November (4)
  • October (2)
  • June (1)
  • May (1)
  • March (1)
  • December (2)
  • November (1)
  • September (1)
  • August (1)
  • June (2)
  • May (4)
  • April (1)
  • January (1)
  • December (3)
  • June (1)
  • May (1)
  • September (18)

PAGEVIEWS TOTAL

Search This Blog

youtube

Labels

#KisahTanggalTuaku abstract thing Acer Indonesia Acer Liquid Z320 Agrotechnology Agroteknologi ALTHEA aokigahara Bahan Kuliah beauty Bokek Buah Cabai campus CHARIS CHARIS CELEB COLORFUL AFFAIR CHALLENGE COLORSTAY EYELINER COMPETITION Cosmetic CUSHION daily activities earphone Eileen Grace Emina Entomology Etude House Tear Drop Liner Fashion Foods geology H.I.S hair colour haircare haircolor Hidrogel Hidroponik Hydrogel Hydroponic Ilmu Tanah Japan Japanese language Jasa Ekspedisi Kosé Laporan Praktikum Lebaran lipstick Makalah Make Up MASCARA mask Materi ujian Maybelline meringue puff MINISO nature Ornamental plants Pagilaran Tea Garden Parfume Penanganan Pasca Panen Sayuran Pengelolaan pasca panen PERFECT BEAUTY Perfume Powerbank Prospek Buah di Indonesia puff purbasari re:bora Rekomendasi Restaurat Review REVLON Savoury Pizza scarlett SellOn Sericulture SHINZU'I SHINZU'I SKINCARE SKINCARE Smartphone Acer Soil Science Study tour Sulwhasoo SUMMER TRIP Sunlight Tear Tanaman Hias Tanaman obat Tanggal Tua Teknologi Budidaya Tips TRAVEL Travelling Ulat Sutera UNBOXING UNS Veet vulkanology Wahana Wisata you beauty

Created with by Seiya Light