facebook google twitter tumblr instagram linkedin
  • Home
  • Travel
  • Review
    • MakeUp
    • Agrotechnology
    • SkinCare
  • Others
  • Contact
  • Shop

Seiya Light


Aokigahara (青木ヶ原?), also known as the Sea of Trees (樹海, Jukai?), is a 35-square-kilometre (14 sq mi) forest that lies at the northwest base of Mount Fuji in Japan. The forest contains a number of rocky, icy caverns, a few of which are popular tourist destinations. Due to the wind-blocking density of the trees and an absence of wildlife, the forest is known for being quiet.[1]
The forest has a historic association with demons in Japanese mythology and is a popular place for suicides; 54 committed the act in 2010,[2] despite numerous signs, in Japanese and English, urging people to reconsider their actions


Geography

The forest floor consists primarily of volcanic rock and is difficult to penetrate with hand tools such as picks or shovels. There are also a variety of unofficial trails that are used semi-regularly for the annual "body hunt" done by local volunteers. In recent years, hikers and tourists trekking through Aokigahara have begun to use plastic tape to mark their paths so as to avoid getting lost.[4] Though officials try to remove the tape time and time again, tourists and thrill-seekers inevitably leave more and more litter, and a great deal of it lies scattered throughout the first kilometer of the forest, past the designated trails leading to tourist attractions such as the Ice Cave and Wind Cave. After the first kilometer into Aokigahara towards Mount Fuji, the forest is in a more "pristine" condition, with little to no litter and few obvious signs of human presence



Visitors and suicides

The forest is a popular place for suicides, reportedly the most popular in Japan and second in the world after San Francisco's Golden Gate Bridge.[5][6] Statistics vary. In the period leading up to 1988, about 100 suicides occurred there every year.[7]
In 2002, 78 bodies were found within the forest, exceeding the previous record of 74 in 1998.[1][8] In 2003, the rate climbed to 100, and in recent years, the local government has stopped publicizing the numbers in an attempt to downplay Aokigahara's association with suicide.[9] In 2004, 108 people killed themselves in the forest. In 2010, 247 people attempted suicide in the forest, 54 of whom completed the act.[2] Suicides are said to increase during March, the end of the fiscal year in Japan.[10] As of 2011, the most popular means of suicide in the forest were hanging and drug overdoses.[11]
The high rate of suicide has led officials to place signs in the forest, in Japanese and English, urging those who have gone there to commit suicide to seek help and not kill themselves. The annual body search, consisting of a small army of police, volunteers, and attendant journalists, began in 1970.[12][13][14]
The site's popularity has been attributed to the 1960 novel Nami no Tō (波の塔?, lit., "Tower of Waves") by Seichō Matsumoto,[15] which ends with two lovers committing suicide in the forest. However, the history of suicide in Aokigahara predates the novel's publication, and the place has long been associated with death: ubasute may have been practiced there into the 19th century, and the forest is reputedly haunted by the Yūrei (angry spirits) of those left to die.[9]
In 2008, members of the American television programme Destination Truth visited and investigated Aokigahara.



In Bahasa Indonesia

Aokigahara merupakan sebuah kawasan hutan di kaki gunung Fuji yang juga dikenali sebagai Jukai (Sea of Trees) yang terletak di Jepun. Sekali pandang, hutan ini sangat tebal dan gelap sehinggakan jika tersesat mungkin tiada kemungkinan untuk dijumpai semula. Tapi bukan itu sahaja yang unik dan seram mengenai hutan ini



Ianya adalah hutan terkenal untuk bunuh diri.

aokigahara-hutan-tempat-membunuh-diri

Setiap tahun lebih kurang 100 mayat yang dijumpai kerana mati membunuh diri di hutan tersebut tapi bilangan yang tidak berjaya dijumpai mungkin lebih ramai. Dikenali sebagai tempat membunuh diri paling popular di Jepun, dan kedua di dunia selepas Golden Gate Bridge di San Francisco.

Dikatakan trend membunuh diri di hutan Aokigahara ini bermula selepas Seicho Matsumoto menulis novel bertajuk Kuroi Kaiju (Lautan Hutan Hitam) di mana dua pasangan kekasih mati membunuh diri di situ. Selain mayat, tulang dan barang peninggalan yang ditinggalkan si mati, hutan itu juga dipenuhi dengan papan tanda yang menasihati mereka yang berhasrat untuk membunuh diri supaya memikirkan semula niat mereka.

Antara yang tertulis pada papan tanda tersebut; "Hidup anda adalah sebuah hadiah yang sangat berharga daripada ibu bapa anda. Tolong fikirkan keluarga anda. Jangan simpan masalah anda, luahkannya kepada mereka yang terdekat."
papan-tanda-di-pintu-masuk-aokigahara

Walaupun ramai yang tidak mengendahkan rayuan tersebut, namun terdapat juga yang berubah hati. Mungkin tidak begitu nekad dengan niat untuk membunuh diri, mereka akan membuat tanda dengan pita sepanjang perjalanan supaya mudah untuk mencari jalan pulang apabila berhasrat untuk terus hidup.
 Pengkaji hutan Aokigahara, Hayano berbual bersama suspek ingin membunuh diri di dalam sebuah khemah
suicide-note
Suicide note yang tergantung pada pokok di hutan tersebut, tertulis "Don't look for me"

Dalam kebanyakan kes apabila pita tersebut dijejaki, selalunya akan terdapat kesan seseorang pernah berada di situ atau yang malangnya, menjumpai mayat yang membunuh diri.

Kadar membunuh diri di situ dikatakan meningkat pada bulan Mac, di mana ianya merupakan pengakhiran tahun fiskal bagi negara Jepun. Untuk mengurangkan nama Aokigahara sebagai jolokan tempat untuk membunuh diri, kerajaan Jepun telah berhenti mengeluarkan statistik kematian di situ.
mayat-mati-gantung-diri-di-pokok

Mungkin ini harga yang perlu dibayar bagi negara maju seperti Jepun di mana kebanyakan rakyatnya siang malam bekerja dan belajar sehingga timbul tekanan hidup yang terlampau tinggi yang akhirnya tidak dapat lagi dibendung. Akhirnya, membunuh diri menjadi punca penyelesaian terakhir.

"It takes more courage to go on living than killing yourself"






Gunung Fuji (富士山, Fuji-san?, IPA: [ɸɯʥisaɴ]) adalah gunung tertinggi di Jepang, terletak di perbatasan Prefektur Shizuoka dan Yamanashi, di sebelah barat Tokyo. Gunung Fuji terletak dekat pesisir Pasifik di pusat Honshu. Fuji dikelilingi oleh tiga kota yaitu Gotemba (timur), Fuji-Yoshida (utara) dan Fujinomiya (barat daya). Gunung setinggi 3.776 m ini dikelilingi juga oleh lima danau yaitu Kawaguchi, Yamanaka, Sai, Motosu dan Shoji.
Gunung Fuji adalah simbol Jepang yang terkenal dan sering digambarkan dalam karya seni dan foto-foto, serta dikunjungi pendaki gunung maupun wisatawan.
Gunung Fuji diperkirakan terbentuk sekitar 10.000 tahun yang lalu. [1] Sebuah gunung berapi yang kini masih aktif walaupun memiliki kemungkinan letusan yang rendah, Fuji terakhir kali meletus pada tahun 1707. Terdapat lima danau di sekeliling Fuji, yaitu Danau Kawaguchi, Danau Yamanaka, Danau Sai, Danau Motosu dan Danau Shoji.
Sekitar 200.000 orang mendaki Gunung Fuji setiap tahunnya, 30% di antaranya orang asing. Tenggat waktu yang paling populer bagi para pendaki adalah dari 1 Juli hingga 27 Agustus. Pendakian bisa memakan waktu dari 3 hingga 7 jam sementara penurunan gunung mencapai sekitar 2 hingga 5 jam.



But you know what? Recently Mount Fuji was going to exploded again

Gunung Fuji Alami Peningkatan Aktivitas Usai Tertidur 300 Tahun


Peneliti Jepang melaporkan peningkatan aktivitas setelah tertidur lebih dari 300 tahun. Hal itu disebabkan adanya gempa 9,0 SR yang sempat mengguncang Wilayah Jepang pada 2011.


Komentar para ahli :
Para ahli vulkanologi Jepang meramalkan seandainya Gunung Fuji meletus seperti letusan terakhir sktr 30o tahun yang lalu (1707), kerugian material yang diakibatkan oleh letusannya bisa mencapai 21 Milyar US dollar!. Ini bisa difahami karena daerah sekitar gunung Fuji merupakan daerah pemukiman dan Tokyo termasuk kota yang dekat dengan Gunung Fuji.
Apabila melihata catatan sejarah letusannya, 2 kali sebelum tahun 1707 adalah tahun 1435 kemudian tahun 1511. Maka jarak antara tahun letusannya menjadi kurang lebih 100, 200 dan 300 tahun (kalau tahun2 ini meletus :d). Pada letusan tahun 1707 Gunung Fuji meletus dan menyemburkan material vulkanik tidak dari crater lama yang berada di puncaknya akan tetapi dari crater baru yang terbentuk di selatan agak ke timur, sehingga yang paling terkena dampak dari letusan pada saat ini kota yang berada sepanjang arah diantaranya Gotenba, Odawara, Yokohama dan Tokyo. Walaupun sebagian orang jepang merasa cemas kalau-kalau Gn Fuji ini meletus dalam waktu dekat, krn melihat siklus tahun meletusnya itu, Gunung Fuji tdk pernah sepi dari pengunjung. Gunung Fuji (3776 mdpl) merupakan salah satu tujuan mendaki gunung. Gn Fuji tidak pernah sepi dari para pendaki. Menurut catatan dari Yamanashi-ken, setiap tahun pendaki Gn Fuji tidak pernah kurang dari 200.000 orang! dan sepertiganya adalah orang asing…hebat!.
Sekitar tahun 2001 pernah ada isu bahwa Gunung Fuji akan meletus karena dideteksi ada gempa-gempa kecil dari bawah gunung Fuji. Akan tetapi belakangan dikatahui bahwa gempa frekuensi rendah itu berasal dari pengisian kantong magma Fuji oleh magma basaltik.

Antartika - Sebuah air terjun tak biasa muncul di kawasan Antartika. Di antara es yang menyelimuti seluruh permukaan, muncul sebuah air terjun dengan warna merah mirip darah.

Di antara gumpalan es yang hampir menutup seluruh permukaan, air terjun di Gletser Taylor, Lembah McMurdo, cukup menarik perhatian. Tidak seperti air terjun lain pada umumnya, air terjun di McMurdo memang bisa dibilang spesial karena warna airnya.

Merah pekat mirip darah, itulah warna air yang dikeluarkan air terjun di Lembah McMurdo, Antartika. Warnanya merah pekat benar-benar mirip dengan darah manusia. Karena warna yang tidak biasa itu, air terjun ini pun disebut dengan blood-red waterfall atau air terjun merah darah.

Sama seperti air terjun yang biasa Anda lihat, air terjun di Gletser Taylor terus mengalirkan airnya. Rasa ngeri kadang muncul di dalam diri turis yang datang.

Seolah darah sungguhan, kucuran air terjun ini mengeluarkan busa di kolamnya. Setelah diteliti, busa ini muncul karena air merah ini mengandung kadar garam yang cukup tinggi.

Tak heran, banyak turis yang tertarik untuk melihatnya secara langsung. Red-blood waterfall pun menjadi primadona wisatawan yang datang ke Gletser Taylor, Lembah McMurdo, Antartika.

Tidak adanya penginapan di sekitar air terjun pun tidak menurunkan niat wisatawan, untuk melihat langsung fenomena unik ini. Malah, kebanyakan dari mereka sengaja membangun tenda di sekitar lokasi air terjun.

Usut boleh usut, teryata air terjun merah darah ini pertama kali ditemukan pada tahun 1991 oleh para ahli geologi, seperti yang ditulis Atlas Obscura, Senin (16/7/2012).

Banyak yang penasaran tentang sumber warna merah di air terjun ini. Dugaan awal warna merah berasal dari mikroba yang terjebak di dalam danau beku di bawah gletser. Tidak memiliki kesempatan untuk keluar, mikroba pun mulai berkembang biak dengan memanfaatkan mineral yang banyak terdapat di dalam danau.

I've post this because this article things is interested for me.. I also listening a sample of somethings like human screamed from this hole ..it was so scary ..taken from http://reddygeka02.blogspot.com





 
Surat kabar berbahasa Finnish yang berjudul ‘Ammennusatia’ pernah lama ini mengungkap kejadian yang misterius. Disebutkan satu tim geologi yang menangani penggalian lubang dengan kedalaman 14,4 Km pada kerak bumi di Siberia (negara pecahan Uni Soviet) mengaku telah mendengar jeritan manusia dari perut bumi. Para ilmuwan khawatir bahwa mereka telah meloloskan suatu ‘kekuatan jahat’ ke atas permukaan bumi.

“Informasi yang kami kumpulkan sangat mengejutkan. Kami benar-benar khawatir apa yang mungkin kami dapatkan di bawah” jelas Dr. Dmitri Azzacov, manajer proyek di pinggiran kota Siberia. Hal lain yang mengejutkan adalah temperature tinggi yang ada di dalam putaran bumi. Perhitungan menunjukkan bahwa temperatur mencapai 1,100 derajat Celcius atau diatas 2,000 derajat Fahrenheit’. Dr. Azzacov juga menyatakan ini lebih jauh dari yang diperkirakan, kelihatan hampir mirip api neraka yang dahsyat di pusat bumi.

Lebih lanjut, Dr. Azzacov menceritakan, saat itu mesin bor dalam proyek penggalian ini tiba-tiba berputar dengan cepat ketika telah mencapai ruang kosong yang besar di perut bumi. Sensor temperatur juga menunjukkan kenaikan yang sangat dramatis.

Penemuan terakhir paling mengejutkan, sehingga para peneliti takut untuk meneruskan proyek tersebut. “Kami mencoba untuk mendengarkan pergerakan bumi pada jeda waktu tertentu dengan menggunakan microphone supersensitif yang dimasukan ke dalam lubang. Apa yang kami dengar telah menghancurkan pemikiran logis para ilmuwan. Suara itu kadang melemah, tapi bernada tinggi yang mana kami kira datangnya dari peralatan kami,” tandas Dr.Azzacov.

Setelah melalui penyetelan, mereka mengerti bahwa suara-suara tersebut dari dalam bumi. Mereka mendekatkan microphone yang dirancang untuk mendeteksi suara dari gerakan lempeng bumi ke dasar lubang, tapi bukannya gerak lempeng yang didengar, melainkan suara jeritan manusia. “Kami hampir tidak percaya dengan telinga kami sendiri. Kami mendengar suara jeritan manusia yang kesakitan. Meskipun satu suara bisa dibedakan, kami mendengar ribuan mungkin jutaan suara, sebagai latar belakang, jeritan jiwa yang menderita, setelah penemuan yang mengerikan ini, hampir separuh ilmuwan berhenti dikarenakan takut. Diharapkan, apa yang ada di bawah akan tetap disana,” imbuhnya.

Selain suara aneh, hal lain yang membingungkan adalah penampakkan pada malam yang sama, yakni ke luar gas bercahaya yang berbentuk kepala, pancaran yang menyembur keluar dari lubang galian dan kabut awan bercahaya yang berbentuk pilar, muncul satu makhluk bersayap yang mengatakan dalam bahasa Rusia “Aku telah menang”, memuliakan langit Siberia yang gelap.

“Kejadian tersebut sangatlah tidak masuk akal. Orang Soviet menjerit dalam ketakutan,” tutur Mr. Bjarne Nummedal, geolog, salah seorang saksi mata. Sampai malam, ia melihat petugas ambulan mondar-mandir di lokasi. Seorang supir menceritakan bahwa orang yang melihat kejadian tersebut diperintahkan untuk menenangkan diri dengan obat penghapus ingatan jangka pendek. Obat tersebut biasanya digunakan untuk menangani korban trauma.

“Sebagai seorang komunis, saya tidak percaya surga atau Bible, tapi sebagai ilmuwan saya sekarang percaya adanya neraka,” demikian tutur Dr Azzacov. “Tak perlu dikatakan kami begitu terkejut atas penemuan ini. Tapi kami tahu apa yang kami lihat dan apa yang kami dengar, dan kami sangat yakin bahwa kami telah menembus gerbang neraka!,” lanjutnya.

Dugaan Dr. Azzacov bahwa suara yang didengarnya adalah jeritan mahluk di neraka boleh jadi benar. Karena meskipun eksistensi neraka berada di dimensi lain, sekali-kali ia akan diperlihatkan kepada manusia sebagai tanda peringatan. Bisa juga suara itu hanyalah efek dari getaran ruang lubang yanng sangat dalam di bawah bumi. Semua terserah penilaian anda, tapi banyak ilmuwan meragukannya.



Banyak yang meragukan kebenaran munculnya suara jeritan manusia saat pengeboran kerak bumi di Siberia. Keberadaan penggalian lubang di perut bumi itupun diragukan keasliannya.

Kabar tentang suara aneh yang didengar Dr. Dmitri Azzacov dan timnya saat penggalian di perut bumi Siberia beredar secara luas di dunia maya. Bukan hanya artikelnya yang dimuat di sebuah koran berbahasa Finnish, tapi juga foto-foto lubang penggalian itu, bahkan rekaman suara aneh itu bisa kita dapatkan. Komentar orang terhadap kasus inipun beragam. Ada yang menyetujui bahwa suara aneh itu datang dari neraka, ada juga yang meragukan.

Kenyatannya kabar itu sudah lama beredar. Website www.truthorfiction.com mengungkapkan, “Ini adalah kombinasi dari legenda kota dan gurauan. Cerita yang sebenarnya dari penggalian lubang yang dalam di Siberia dibuat gosip oleh koran pada awal 1990-an. Beberapa peneliti memiliki pandangan bahwa cerita itu dimulai dari sebuah proyek penggalian lubang yang asli, tetapi tidak pernah terbukti. Persekongkolan ini diperkuat ketika pengajar sekolah asal Norwegia bernama Age Rendalen berusaha mempermak cerita ini dengan penggambaran makhluk bersayap yang muncul dari lubang.”

Kepastian tersebut diperoleh dari Rich Buhler, jurnalis website tersebut yang mengaku menelusuri kebenaran cerita itu. Ia mendapat cerita itu dari orang yang mendengar sebuah program radio yang membahas tentang peristiwa yang terjadi diawal 1990-an. Berita itu membingungkan pendengar, kemudian dia berjanji untuk mengusutnya. Sebagian besar penelepon mengatakan mendengar cerita itu di jaringan siaran Trinity, sebuah jaringan TV kaum Christiani yang didirikan di California bagian Selatan.

Rich Buhler mencoba menelepon kantor pusat Trinity Broadcasting, dan mempertanyakan cerita itu. Dia dihubungkan dengan seorang wanita yang menjawab, “Oh iya, itu semua adalah benar. Kita memiliki dokumennya. Itu adalah penerbitan kami yang terakhir.” Setelah itu, saat membuka mailing list, ia menemukan sebuah artikel yang secara detail menerjemahkan artikel yang dimuat di koran berbahasa Finnish yang bernama Ammennusatia”.

Menurut jaringan media siaran Trinity, artikel berbahasa Finnish itu diperolehnya dari seorang penginjil dari Texas bernama R.W. Schambach, yang sering menjadi tamu dalam siaran mereka. Saat ia mengecek kantor Schambach, dikatakan mereka mendapat artikel dari sebuah jurnal ilmiah yang berpengaruh di Finlandia, tepatnya sebuah surat dari seorang Norwegia yang bernama Age Rendalen, yang telah dikonfirmasi. Rendalen telah mengirim suratnya ke jaringan siaran Trinity, dan secara detail dia menambahkan dimensi baru dalam cerita itu.

Rendalen mengaku tidak percaya ketika mendengar kemungkinan itu. Namun dalam suratnya, Rendalen berusaha memberi semangat kepada jaringan agar tidak membiarkan campur tangan yang skeptik atas cerita penggalian itu. Dia memasukan sebuah copian dan terjemahan dari apa yang diklaimnya sebagai sebuah artikel dari koran terbesar dan bereputasi bagus di Norwegia, yang memberitakan tentang neraka di penggalian itu.

Dari pelacakan Rich Buhler, diketahui koran “Ammennusastia” ini berlokasi di Levasjoki. Ternyata koran itu merupakan publikasi bulanan dari kelompok Kristen Finnish. Cerita tentang neraka di penggalian itu didasarkan pada sebuah artikel panjang di koran harian berbahasa Finnish, “Etela Saumen”. Dari koran itu diketahui bahwa itu bukanlah berita tetapi surat pembaca yang menulis pengalamannya. Setelah ditelusuri penulisnya, ia tidak bisa menunjukkan kredibilitasnya.. Dia mengaku mendapat artikel itu dari koran Kristen yang bernama 'Vaeltajat' yang diterbitkan oleh kelompok misionaris Finnish. Saat Vaeltajat dikontak, redaksi mengatakan isu itu diterbitkan pada Juli 1989. Informasi itu diperolehnya dari pembacanya, yang diklaim pernah dimuat di sebuah koran bernama Jewels of Jerico, yang diterbitkan oleh kelompok Kristen Jewish di California.

Sampai disini semua sudah jelas bagi Rich Buhler. Cerita neraka di penggalian itu dianggap tipikal legenda kota. “Itu adalah sensasi, bukan sebuah dokumentasi,” tulisnya. Hanya saja Rich tidak mencoba mencari Dr. Azzacov, dan menguji kebenaran foto dan rekaman suara aneh itu. Meski tidak mempercayai, ia tidak menutup mata adanya cerita pengalaman mendengar suara aneh. Di majalah Science pada Agustus 1989, diceritakan ada proyek penggalian yang dilakukan orang Rusia di Kola, dekat Murmansk, sekitar 150 mil utara Artic Circle yang mengalami kejadian itu. Begitu juga saat penggalian orang Jerman di timur laut Bavaria.

Secara ilmiah, kasus suara aneh yang datang dari lubang dalam di perut bumi memang tidak bisa dipahami. Pakar Teknik Geologi dari Universitas Trisakti Jakarta, Dr. Agus Guntoro mengatakan kemungkinan suara itu adalah jeritan manusia dari neraka adalah omong kosong. “Untuk berita mengenai suara yang mirip jeritan, yang keluar dari galian itu, tidak bisa saya pahami karena untuk galian lubang sedalam itu suara yang bisa didengar adalah suara dari mesin yang ada. Tidak mungkin terdengar suara dari lubang itu. Dan suara yang keluar dari dalam lubang atau suara pergerakan bumi yang ada diperut bumi hanya bisa dideteksi dengan alat yang menampilkan dalam bentuk gelombang suara,” jelas Staf Ahli Menteri Negara Lingkungan Hidup ini kepada koran Era Baru.

Ditambahkan pula bahwa di perut bumi tidak mungkin terdapat angin yang ada adalah gas yang terjadi karena panas bumi yang cukup tinggi, sehingga menimbulkan uap air. Agus Guntoro juga mempertanyakan kebenaran adanya penggalian lubang yang dalam tersebut. “Karena untuk penggalian yang dalam lebar membutuhkan biaya yang sangat besar. Adakah yang ingin melakukan penelitian semahal itu?,” ujarnya meragukan proyek pengalian itu.
Older Posts

HELLO, THERE!


Hello, There!
Hello, There!

Mostly blog about beauty things, Agriculture Bachelor specialize in Hydroponic, I love Flower too


Find More



Visitor

recent posts

Charis Shop

Blog Archive

  • January (1)
  • December (4)
  • November (4)
  • October (2)
  • January (1)
  • June (1)
  • December (2)
  • November (1)
  • June (1)
  • May (1)
  • March (2)
  • February (1)
  • December (1)
  • October (2)
  • September (5)
  • August (2)
  • July (2)
  • June (5)
  • May (7)
  • April (2)
  • March (7)
  • February (7)
  • January (4)
  • December (5)
  • November (4)
  • October (2)
  • June (1)
  • May (1)
  • March (1)
  • December (2)
  • November (1)
  • September (1)
  • August (1)
  • June (2)
  • May (4)
  • April (1)
  • January (1)
  • December (3)
  • June (1)
  • May (1)
  • September (18)

PAGEVIEWS TOTAL

Search This Blog

youtube

Labels

#KisahTanggalTuaku abstract thing Acer Indonesia Acer Liquid Z320 Agrotechnology Agroteknologi ALTHEA aokigahara Bahan Kuliah beauty Bokek Buah Cabai campus CHARIS CHARIS CELEB COLORFUL AFFAIR CHALLENGE COLORSTAY EYELINER COMPETITION Cosmetic CUSHION daily activities earphone Eileen Grace Emina Entomology Etude House Tear Drop Liner Fashion Foods geology H.I.S hair colour haircare haircolor Hidrogel Hidroponik Hydrogel Hydroponic Ilmu Tanah Japan Japanese language Jasa Ekspedisi Kosé Laporan Praktikum Lebaran lipstick Makalah Make Up MASCARA mask Materi ujian Maybelline meringue puff MINISO nature Ornamental plants Pagilaran Tea Garden Parfume Penanganan Pasca Panen Sayuran Pengelolaan pasca panen PERFECT BEAUTY Perfume Powerbank Prospek Buah di Indonesia puff purbasari re:bora Rekomendasi Restaurat Review REVLON Savoury Pizza scarlett SellOn Sericulture SHINZU'I SHINZU'I SKINCARE SKINCARE Smartphone Acer Soil Science Study tour Sulwhasoo SUMMER TRIP Sunlight Tear Tanaman Hias Tanaman obat Tanggal Tua Teknologi Budidaya Tips TRAVEL Travelling Ulat Sutera UNBOXING UNS Veet vulkanology Wahana Wisata you beauty

Created with by Seiya Light